VIRTUE TECH NEWS Beyond Technology, Into the Future
🔥 [INOVASI DAERAH] MAGIC CANVAS, Pecahan Jadi Lebih Interaktif lewat Canva di SD Negeri 11 Tebing Tinggi   |   🔥 [INOVASI DAERAH] ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling   |   🔥 [INOVASI DAERAH] KAMAR 2.1, Inovasi Kartu Makam untuk Tata Kelola Pemakaman di Kelurahan Tlogoanyar   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SATRIO AGENG, Layanan Antar Obat ke Rumah dari RSUD Ki Ageng Brondong   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SAHABAT, Program Anak Hebat, Gemar Baca, dan Terampil di SDN Sambangan   |  
inovasi daerah

SIBECATU, Aplikasi Belajar Baca Bikin Siswa Kelas Satu Lebih Asyik Mengenal Huruf dan Suku Kata

Oleh Administrator • 14 August 2026
SIBECATU, Aplikasi Belajar Baca Bikin Siswa Kelas Satu Lebih Asyik Mengenal Huruf dan Suku Kata

SIBECATU, Aplikasi Belajar Baca Bikin Siswa Kelas Satu Lebih Asyik Mengenal Huruf dan Suku Kata (Foto: Kegiatan pemanfaatan perangkat digital dalam pembelajaran sebagai bagian dari pelaksanaan SIBECATU (Aplikasi Belajar Baca Kelas Satu) di SDN Ngayung. Foto: Dokumentasi SIBECATU SDN Ngayung.)

SIBECATU menghadirkan pembelajaran membaca awal yang lebih interaktif bagi siswa kelas satu melalui pengenalan huruf, bunyi, suku kata, dan kosakata berbasis digital. Dilengkapi permainan edukatif dan materi bertahap, inovasi ini membantu siswa berlatih membaca dengan lebih aktif, menyenangkan, sekaligus mendukung guru dalam memperkuat kemampuan literasi dasar.

Kemampuan membaca menjadi fondasi utama bagi siswa kelas satu untuk mengikuti pembelajaran pada jenjang sekolah dasar. SDN Ngayung Kabupaten Lamongan menghadirkan SIBECATU atau Aplikasi Belajar Baca Kelas Satu sebagai media digital yang membantu peserta didik mengenal huruf, bunyi, suku kata, dan kosakata melalui tampilan yang ramah anak. Inovasi ini memanfaatkan perangkat seperti laptop, tablet, atau smartphone sehingga kegiatan belajar membaca dapat berlangsung lebih interaktif. Kehadiran SIBECATU sekaligus memperluas pilihan media guru dalam mendampingi kemampuan literasi awal siswa. Pada halaman utama, SIBECATU menyediakan sejumlah menu yang mengarahkan siswa ke kegiatan belajar maupun permainan. Menu tersebut meliputi Belajar, CP & TP, Bermain, Tentang Aplikasi, dan Tentang Creator. Struktur menu dibuat sederhana agar peserta didik kelas satu dapat mengenali fungsi aplikasi secara bertahap dengan pendampingan guru. Dari halaman ini, siswa dapat berpindah dari materi dasar menuju latihan yang lebih menantang sesuai perkembangan kemampuan membaca. Menu Belajar menjadi bagian utama dalam pengenalan kemampuan membaca dasar. Di dalamnya terdapat empat pilihan, yakni alfabet A sampai Z, huruf vokal, huruf konsonan, dan suku kata. Siswa terlebih dahulu dapat mengenali bentuk huruf sekaligus cara membacanya, kemudian melanjutkan ke pengelompokan huruf vokal dan konsonan. Tahapan tersebut membuat pembelajaran tersusun dari kemampuan paling dasar sebelum siswa diarahkan pada pembacaan suku kata. Materi suku kata dikembangkan dengan konteks yang dekat dengan kehidupan anak. SIBECATU menyediakan pilihan berupa nama hewan, nama benda, warna, kata kerja, dan kata sifat sehingga latihan membaca tidak berhenti pada rangkaian huruf yang abstrak. Siswa diajak menghubungkan bunyi suku kata dengan kosakata yang dapat mereka temui sehari-hari. Pola ini membantu kegiatan membaca menjadi lebih konkret sekaligus memperkaya perbendaharaan kata peserta didik. Pembelajaran kemudian diperkuat melalui menu Bermain yang menghadirkan latihan dalam bentuk permainan edukatif. Tiga aktivitas yang tersedia adalah tebak huruf, drag-and-drop tebak nama hewan, dan tebak kata benda. Pada permainan tebak huruf, siswa memilih huruf yang sesuai dengan pertanyaan, sedangkan permainan nama hewan meminta siswa mencocokkan suku kata dengan gambar yang benar. Tebak kata benda selanjutnya melatih kemampuan siswa mengenali gambar dan menentukan kata yang tepat sebagai jawabannya. Penggunaan permainan membuat evaluasi kemampuan membaca terasa lebih ringan bagi siswa kelas satu. Guru dapat mengamati kemampuan peserta didik dalam mengenali huruf, membedakan bunyi, membaca suku kata, dan memahami kosakata melalui respons selama menggunakan aplikasi. Tampilan visual bertema alam dan penggunaan gambar membantu menjaga perhatian siswa ketika mengerjakan latihan. Dengan demikian, proses evaluasi dapat berjalan bersamaan dengan aktivitas belajar yang menyenangkan. SIBECATU juga tercatat sebagai salah satu inovasi bidang pendidikan Kabupaten Lamongan yang dikembangkan oleh SDN Ngayung. Kehadiran aplikasi ini menunjukkan upaya sekolah mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran literasi dasar dengan cara yang sederhana dan sesuai usia peserta didik. Melalui materi bertahap dan permainan edukatif, siswa memperoleh kesempatan untuk berlatih membaca secara lebih aktif dan berulang. SIBECATU diharapkan dapat menjadi media pendamping guru dalam membangun kemampuan membaca sejak kelas satu sekaligus menumbuhkan pengalaman belajar yang lebih menarik.
TAGS: #inovasi daerah