VIRTUE TECH NEWS Beyond Technology, Into the Future
🔥 [INOVASI DAERAH] MAGIC CANVAS, Pecahan Jadi Lebih Interaktif lewat Canva di SD Negeri 11 Tebing Tinggi   |   🔥 [INOVASI DAERAH] ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling   |   🔥 [INOVASI DAERAH] KAMAR 2.1, Inovasi Kartu Makam untuk Tata Kelola Pemakaman di Kelurahan Tlogoanyar   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SATRIO AGENG, Layanan Antar Obat ke Rumah dari RSUD Ki Ageng Brondong   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SAHABAT, Program Anak Hebat, Gemar Baca, dan Terampil di SDN Sambangan   |  
inovasi daerah

PELUK Wujudkan Kelas Kondusif dan Bangun Budaya Peduli Lingkungan di SDN Soko

Oleh Administrator • 15 August 2026
PELUK Wujudkan Kelas Kondusif dan Bangun Budaya Peduli Lingkungan di SDN Soko

PELUK Wujudkan Kelas Kondusif dan Bangun Budaya Peduli Lingkungan di SDN Soko (Foto: Dokumentasi asli yang digunakan pada publikasi PELUK di laman Berita RISDA Kabupaten Lamongan. Sumber: RISDA Kabupaten Lamongan.)

PELUK membangun lingkungan kelas yang lebih bersih, tertata, nyaman, dan kondusif melalui keterlibatan aktif siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Dengan pembagian peran, jadwal kebersihan, penataan ruang, dan sistem apresiasi, inovasi ini membantu meningkatkan kepedulian lingkungan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Lamongan – SD Negeri Soko, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, mengembangkan inovasi PELUK (Peduli Lingkungan Kelas Kondusif) untuk menciptakan ruang belajar yang lebih bersih, tertata, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik. Program ini berangkat dari kondisi kelas yang sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mendukung pembelajaran karena penataan kurang rapi, kebersihan belum terjaga, dan suasana belajar belum cukup nyaman. Melalui PELUK, siswa, guru, dan tenaga kependidikan dilibatkan secara langsung dalam menjaga lingkungan kelas sekaligus membangun budaya disiplin dan tanggung jawab. Pendekatan tersebut menempatkan lingkungan belajar sebagai bagian penting dari proses peningkatan mutu pembelajaran. Pedoman teknis PELUK mencatat bahwa kondisi fisik ruang kelas memiliki hubungan erat dengan motivasi dan konsentrasi belajar siswa. Hasil observasi awal menunjukkan 70 persen siswa mengeluhkan sulit fokus akibat kondisi kelas yang berantakan, sedangkan 85 persen guru menyatakan lingkungan yang tidak tertata menghambat pembelajaran interaktif. Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan program yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan edukatif. Dengan begitu, upaya menciptakan kelas kondusif dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Kebaruan PELUK terletak pada pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek fisik, psikologis, dan edukatif. Pada aspek fisik, sekolah menerapkan jadwal kebersihan, penataan ruang, tempat sampah terpilah, pencahayaan, ventilasi, serta dekorasi kelas yang inspiratif. Pada aspek psikologis, siswa diberi ruang untuk membangun rasa memiliki terhadap kelas dan saling menjaga kenyamanan. Sementara pada aspek edukatif, kegiatan menjaga lingkungan diintegrasikan dengan pendidikan karakter dan pembiasaan positif sehari-hari. Program ini juga memperkenalkan pembagian peran kreatif seperti Duta Kebersihan dan Tim Hijau Kelas. Siswa tidak hanya menjalankan tugas piket, tetapi memperoleh tanggung jawab spesifik seperti menjaga kebersihan meja, mengatur pencahayaan, menata dekorasi, dan mengingatkan teman untuk menjaga kerapian. Sistem poin dan apresiasi diterapkan untuk menjaga konsistensi partisipasi, sedangkan forum diskusi antara guru dan siswa digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan. Mekanisme tersebut membantu menumbuhkan kepemimpinan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. PELUK juga mendorong proses pembelajaran yang lebih menarik dan partisipatif. Guru dapat memanfaatkan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berdiferensiasi, serta aktivitas yang melibatkan siswa secara aktif agar suasana kelas tidak monoton. Lingkungan yang nyaman menjadi pendukung agar siswa lebih mudah berkonsentrasi, berinteraksi, dan terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, perbaikan kelas tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas belajar secara keseluruhan. Publikasi RISDA Kabupaten Lamongan pada 17 Juli 2025 menyebut PELUK diluncurkan pada tahun ajaran 2024/2025 dan diterapkan pada 11 siswa kelas V SDN Soko. Program mencakup pembuatan kesepakatan kelas, proyek dekorasi, jadwal kebersihan, serta sistem reward untuk mendorong partisipasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan catatan anekdot dengan melibatkan guru, siswa, kepala sekolah, serta orang tua. Data hasil menunjukkan 80 persen siswa menjadi lebih peduli terhadap kebersihan kelas dan 75 persen merasa lebih terlibat dalam pembelajaran. Dampak program tidak hanya terlihat pada kondisi fisik kelas, tetapi juga pada perubahan sikap dan budaya belajar. Siswa menjadi lebih terbiasa merapikan barang sendiri, bekerja sama dalam tugas kebersihan, dan saling mengingatkan untuk menjaga kenyamanan ruang belajar. Guru memperoleh dukungan lingkungan yang lebih kondusif untuk menerapkan pembelajaran interaktif, sementara orang tua dapat melihat perkembangan tanggung jawab anak secara lebih nyata. Perubahan tersebut memperkuat keterkaitan antara lingkungan, karakter, dan kualitas pembelajaran. Melalui PELUK, SD Negeri Soko berupaya membangun budaya sekolah yang positif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat dimulai dari perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah. Dengan evaluasi terjadwal, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif, PELUK diharapkan terus berkembang sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di sekolah lain. Lingkungan kelas yang bersih dan kondusif pada akhirnya menjadi fondasi bagi tumbuhnya siswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab, aktif, dan nyaman dalam belajar.
TAGS: #inovasi daerah