VIRTUE TECH NEWS Beyond Technology, Into the Future
🔥 [INOVASI DAERAH] MAGIC CANVAS, Pecahan Jadi Lebih Interaktif lewat Canva di SD Negeri 11 Tebing Tinggi   |   🔥 [INOVASI DAERAH] ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling   |   🔥 [INOVASI DAERAH] KAMAR 2.1, Inovasi Kartu Makam untuk Tata Kelola Pemakaman di Kelurahan Tlogoanyar   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SATRIO AGENG, Layanan Antar Obat ke Rumah dari RSUD Ki Ageng Brondong   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SAHABAT, Program Anak Hebat, Gemar Baca, dan Terampil di SDN Sambangan   |  
inovasi daerah

KUMIS MANJA Perluas Akses Informasi Kesehatan Lewat Media Sosial di Puskesmas Mangunjaya

Oleh Administrator • 19 August 2026
KUMIS MANJA Perluas Akses Informasi Kesehatan Lewat Media Sosial di Puskesmas Mangunjaya

KUMIS MANJA Perluas Akses Informasi Kesehatan Lewat Media Sosial di Puskesmas Mangunjaya (Foto: Ilustrasi dokumentasi pemanfaatan Instagram oleh puskesmas untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Foto pendukung ini bukan dokumentasi KUMIS MANJA. Sumber: UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat.)

Bekasi – UPTD Puskesmas Mangunjaya, Kabupaten Bekasi, mengembangkan KUMIS MANJA atau Kumpulan Media Informasi Kesehatan Puskesmas Mangunjaya sebagai sarana penyebarluasan informasi kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau masyarakat. Inovasi ini memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk mendukung kegiatan promosi kesehatan sekaligus pembinaan kader di wilayah kerja puskesmas.

Bekasi – UPTD Puskesmas Mangunjaya, Kabupaten Bekasi, mengembangkan KUMIS MANJA atau Kumpulan Media Informasi Kesehatan Puskesmas Mangunjaya sebagai sarana penyebarluasan informasi kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau masyarakat. Inovasi ini memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk mendukung kegiatan promosi kesehatan sekaligus pembinaan kader di wilayah kerja puskesmas. Sebelum sistem ini dikembangkan, penyampaian informasi masih menghadapi kendala berupa jangkauan yang terbatas, penyebaran materi yang belum terintegrasi, serta dokumentasi yang belum tertata optimal. KUMIS MANJA kemudian dirancang agar informasi kesehatan dapat diterima masyarakat secara lebih seragam, tepat waktu, dan berkesinambungan.

Materi KUMIS MANJA tidak hanya berisi pengumuman layanan, tetapi juga edukasi promotif dan preventif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Informasi yang disiapkan mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan ibu dan anak, kesehatan keluarga, kesehatan lingkungan, kegiatan kesehatan masyarakat, serta pembinaan kader. Setiap materi disusun oleh petugas Promosi Kesehatan bersama penanggung jawab program dan tenaga kesehatan terkait sebelum dilakukan verifikasi. Setelah dinyatakan sesuai, materi dikemas dalam bentuk poster digital, infografis, foto kegiatan, video edukasi, maupun media informasi lain yang mudah dipahami.

Penyebarluasan informasi dilakukan melalui berbagai platform yang dekat dengan keseharian masyarakat, seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok. Pemanfaatan lebih dari satu kanal membuat masyarakat dapat memilih media yang paling mudah mereka akses tanpa harus datang langsung ke puskesmas hanya untuk memperoleh informasi dasar kesehatan. Kader kesehatan turut berperan sebagai mitra dalam meneruskan materi kepada warga di lingkungan masing-masing sehingga jangkauan informasi dapat semakin luas. Akun Instagram resmi Puskesmas Mangunjaya juga aktif memuat informasi pelayanan dan edukasi kesehatan, menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi bagian dari komunikasi publik puskesmas.

Alur KUMIS MANJA disusun secara sistematis mulai dari identifikasi kebutuhan informasi, penyusunan materi, verifikasi, publikasi, distribusi, dokumentasi, hingga monitoring dan evaluasi. Tahapan tersebut membuat setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dasar program yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Materi yang telah tayang kemudian disimpan secara digital sehingga dapat ditelusuri kembali dan digunakan sebagai arsip maupun bahan evaluasi. Mekanisme ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada penyampaian informasi berbasis kertas dan mendukung pelayanan yang lebih efisien.

Dalam dua tahun terakhir, penerima manfaat KUMIS MANJA tercatat lebih dari 200 orang berdasarkan klasifikasi kemanfaatan dalam proposal inovasi. Sasaran utamanya mencakup masyarakat dan kader kesehatan yang membutuhkan informasi program maupun edukasi kesehatan secara rutin. Kemudahan akses menjadi salah satu indikator penting karena informasi dapat diperoleh kapan saja selama pengguna memiliki perangkat dan jaringan internet. Bagi kader, sistem ini membantu memperoleh bahan pembinaan yang dapat digunakan kembali saat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Pelaksanaan inovasi juga dilengkapi mekanisme monitoring dan evaluasi internal untuk melihat efektivitas dan kualitas informasi yang disampaikan. Aspek yang dinilai antara lain jumlah materi yang dipublikasikan, frekuensi penyampaian, jumlah kader dan masyarakat yang terjangkau, respons pengguna, kemudahan akses, serta tingkat kepuasan. Masukan dari masyarakat dan kader digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki jenis konten, cara penyajian, dan platform yang digunakan. Pengelola juga dapat memanfaatkan metode sederhana seperti Customer Effort Score untuk mengetahui seberapa mudah pengguna memperoleh informasi melalui KUMIS MANJA.

Melalui KUMIS MANJA, Puskesmas Mangunjaya berupaya menjadikan informasi kesehatan sebagai layanan yang tidak berhenti di ruang pelayanan, tetapi hadir langsung di perangkat digital masyarakat. Pengelolaan yang berkelanjutan dilakukan melalui penetapan administrator, jadwal publikasi berkala, pembaruan materi, pelibatan seluruh program, serta optimalisasi media sosial yang paling banyak digunakan warga. Inovasi ini diharapkan memperluas promosi kesehatan, meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kader, sekaligus memperkuat dokumentasi kegiatan secara lebih terstruktur. Dengan komunikasi kesehatan yang semakin mudah diakses, KUMIS MANJA menjadi salah satu langkah Puskesmas Mangunjaya dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

TAGS: #KUMIS MANJA #Media Sosial #Informasi Kesehatan