VIRTUE TECH NEWS Beyond Technology, Into the Future
🔥 [INOVASI DAERAH] MAGIC CANVAS, Pecahan Jadi Lebih Interaktif lewat Canva di SD Negeri 11 Tebing Tinggi   |   🔥 [INOVASI DAERAH] ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling   |   🔥 [INOVASI DAERAH] KAMAR 2.1, Inovasi Kartu Makam untuk Tata Kelola Pemakaman di Kelurahan Tlogoanyar   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SATRIO AGENG, Layanan Antar Obat ke Rumah dari RSUD Ki Ageng Brondong   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SAHABAT, Program Anak Hebat, Gemar Baca, dan Terampil di SDN Sambangan   |  
inovasi daerah

JELITA 4JET, Jaringan Literasi Digital Dorong Siswa SDN 4 Jetis Lebih Cakap Memilah Informasi

Oleh Administrator • 14 August 2026
JELITA 4JET, Jaringan Literasi Digital Dorong Siswa SDN 4 Jetis Lebih Cakap Memilah Informasi

JELITA 4JET, Jaringan Literasi Digital Dorong Siswa SDN 4 Jetis Lebih Cakap Memilah Informasi (Foto: Tampilan DIARY (Digital Library Kawindra SDN 4 Jetis) sebagai media perpustakaan digital yang ditampilkan pada dokumentasi RISDA inovasi JELITA 4JET (Jaringan Literasi Digital SDN 4 Jetis). Foto: RISDA Kabupaten Lamongan.)

JELITA 4JET membangun budaya literasi digital di SDN 4 Jetis melalui perpustakaan digital, QR Code, konten interaktif, dan kegiatan membaca terstruktur. Inovasi ini mendorong siswa tidak hanya lebih gemar membaca, tetapi juga mampu menilai informasi secara kritis, menghasilkan karya, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar yang produktif bersama dukungan guru dan keluarga.

SDN 4 Jetis mengembangkan JELITA 4JET atau Jaringan Literasi Digital SDN 4 Jetis sebagai upaya membangun budaya literasi yang lebih relevan dengan kebiasaan belajar anak di era digital. Program ini lahir dari kondisi ketika penggunaan perangkat digital di kalangan siswa belum sepenuhnya diarahkan untuk membaca, belajar, dan mengolah informasi secara kritis. Survei internal sekolah pada 2025 mencatat 65 persen siswa membaca kurang dari 10 menit per hari, sementara 72 persen lebih memilih menonton video dibanding membaca teks. Kondisi tersebut mendorong sekolah mengubah teknologi dari sekadar media hiburan menjadi sarana pembelajaran yang lebih produktif. JELITA 4JET dirancang sebagai jaringan literasi digital yang menggabungkan perpustakaan digital, konten interaktif, dan keterlibatan seluruh komunitas sekolah. Siswa dapat mengakses buku elektronik, video edukasi, kuis interaktif, dan galeri karya melalui platform yang mudah digunakan. Google Sites dipilih sebagai pusat perpustakaan digital dan dihubungkan dengan QR Code yang ditempatkan di kelas agar akses lebih praktis. Dengan cara ini, bahan bacaan dan sumber belajar dapat digunakan tidak hanya di ruang perpustakaan, tetapi juga dalam kegiatan belajar sehari-hari. Program ini tidak berhenti pada penyediaan konten digital, tetapi menekankan kemampuan siswa dalam menelusuri, menilai, dan mengolah informasi. Siswa diarahkan untuk membedakan sumber yang dapat dipercaya, memahami isi bacaan secara kritis, dan mengubah informasi yang diperoleh menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Guru bertindak sebagai kurator dan fasilitator yang memilih materi sekaligus merancang kegiatan literasi yang menarik. Pola tersebut diharapkan membantu siswa membangun kebiasaan digital yang lebih aktif dan tidak hanya menjadi konsumen konten hiburan. Kegiatan JELITA 4JET juga dibuat terstruktur melalui Literasi Pagi Digital selama 15 menit, reading challenge bertema, serta kelas literasi digital untuk siswa dan orang tua. Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga dapat berkontribusi melalui karya tulis atau video ulasan buku yang kemudian ditampilkan di platform sekolah. Orang tua dilibatkan melalui program Literasi Keluarga agar pembiasaan penggunaan teknologi yang edukatif berlanjut di rumah. Kolaborasi ini menjadikan literasi digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, siswa, dan keluarga. Perpustakaan sekolah dalam JELITA 4JET ditempatkan sebagai pusat kreativitas digital yang tetap mempertahankan interaksi sosial. Ruang perpustakaan dapat digunakan untuk diskusi karya, workshop penulisan kreatif, pameran hasil literasi, dan aktivitas membaca bersama. Integrasi antara ruang fisik dan platform digital membuat siswa tetap berinteraksi secara langsung sekaligus memperoleh manfaat teknologi. Pendekatan hybrid tersebut membantu sekolah membangun pengalaman belajar yang lebih beragam tanpa menghilangkan fungsi sosial perpustakaan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan platform dan kegiatan tetap sesuai dengan kebutuhan siswa. Pemantauan bulanan mencakup tingkat partisipasi serta aktivitas penggunaan platform, sedangkan evaluasi semesteran diarahkan pada durasi membaca dan perkembangan pemahaman literasi. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbarui tema, konten, maupun bentuk tantangan literasi yang diberikan kepada siswa. Sistem ini membuat JELITA 4JET dapat terus berkembang mengikuti pola belajar dan kebutuhan literasi di SDN 4 Jetis. Penguatan literasi di SDN 4 Jetis juga didukung pengalaman belajar di luar sekolah melalui kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan. Pada Februari 2025, siswa SDN 4 Jetis mengikuti kegiatan Widuri Sebumi dan diperkenalkan dengan layanan sirkulasi, ruang baca, ruang multimedia, koleksi Braille, iLamongan, serta ruang anak. Pengalaman tersebut memperluas pemahaman siswa mengenai berbagai bentuk sumber informasi dan layanan perpustakaan yang dapat digunakan untuk belajar. Melalui JELITA 4JET, pengalaman literasi semacam ini diharapkan terhubung dengan kebiasaan digital sehari-hari sehingga siswa tumbuh sebagai pembaca yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
TAGS: #inovasi daerah