ISUK, Investasi Sampah untuk Kesehatan Lewat Pengolahan EMSIDA di Puskesmas Sekaran
ISUK, Investasi Sampah untuk Kesehatan Lewat Pengolahan EMSIDA di Puskesmas Sekaran (Foto: Puskesmas Sekaran menghadirkan ISUK, program pengelolaan sampah organik melalui EMSIDA sebagai bentuk investasi untuk kesehatan masyarakat. Foto: Puskesmas Sekaran.)
Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik menjadi sumber masalah kesehatan lingkungan, mulai dari bau, lalat, hingga meningkatnya kepadatan vek...
Sampah organik yang tidak
dikelola dengan baik menjadi sumber masalah kesehatan lingkungan, mulai dari
bau, lalat, hingga meningkatnya kepadatan vektor penyakit. Di sisi lain, sampah
tersebut sebenarnya memiliki nilai jika diolah menggunakan metode yang tepat.
Puskesmas Sekaran menjawab persoalan tersebut melalui ISUK, singkatan dari
INVESTASI SAMPAH UNTUK KESEHATAN dengan pendekatan mitigasi sampah organik
melalui EMSIDA.
ISUK memanfaatkan larutan EMSIDA
sebagai media untuk mempercepat penguraian sampah organik menjadi bahan yang
tidak berbau dan siap dimanfaatkan sebagai pupuk. Puskesmas menggandeng kader
kesehatan lingkungan untuk mendampingi rumah tangga dalam menerapkan pola
pemilahan dan pengolahan sampah organik.
Warga diajarkan memilah sampah
dapur dari sampah anorganik, kemudian memasukkannya ke wadah pengomposan
sederhana yang dibuat dari bahan yang mudah tersedia. Setelah beberapa minggu,
hasil pengomposan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman pekarangan atau
kebun warga.
Selain manfaat lingkungan,
program ini juga mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga.
Berkurangnya tumpukan sampah organik membantu menekan risiko penyakit berbasis
lingkungan, sekaligus memperkuat pemahaman warga tentang pentingnya sanitasi.
ISUK melibatkan kader kesehatan
lingkungan sebagai penggerak utama di tingkat rumah tangga. Kader dilatih tidak
hanya untuk menyampaikan teknik pengomposan, tetapi juga menjaga semangat warga
agar konsisten memilah sampah organik. Kunjungan berkala membantu menjaga
keberlanjutan praktik yang telah dimulai.
Hasil pengomposan dari beberapa
keluarga di satu lingkungan dikumpulkan menjadi cadangan pupuk kolektif yang
dapat digunakan untuk taman warga atau kebun sekolah. Skema kolektif tersebut
memperkuat rasa kepemilikan bersama sekaligus menunjukkan bahwa upaya rumah
tangga dapat memberi manfaat lebih luas.
ISUK juga membuka peluang
berbagi pengalaman antar-puskesmas mengenai pengelolaan sampah organik berbasis
EMSIDA. Puskesmas Sekaran dapat menjadi rujukan bagi puskesmas lain yang
berminat mengembangkan program serupa. Semangat berbagi tersebut mempercepat
penyebaran praktik baik dan memperkuat upaya pengelolaan sampah rumah tangga
yang mendukung kesehatan lingkungan di Kabupaten Lamongan.
Melalui ISUK, Puskesmas Sekaran
menempatkan sampah bukan sebagai beban, melainkan sebagai investasi untuk
kesehatan masyarakat. Inovasi ini menegaskan pentingnya kerja sama antara
puskesmas, kader kesehatan, dan warga dalam menjaga lingkungan hidup yang mendukung
derajat kesehatan yang lebih baik.