VIRTUE TECH NEWS Beyond Technology, Into the Future
🔥 [INOVASI DAERAH] MAGIC CANVAS, Pecahan Jadi Lebih Interaktif lewat Canva di SD Negeri 11 Tebing Tinggi   |   🔥 [INOVASI DAERAH] ANANDA BERSINAR, Anak Jadi Agen Pencegahan Narkoba dari Kecamatan Saling   |   🔥 [INOVASI DAERAH] KAMAR 2.1, Inovasi Kartu Makam untuk Tata Kelola Pemakaman di Kelurahan Tlogoanyar   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SATRIO AGENG, Layanan Antar Obat ke Rumah dari RSUD Ki Ageng Brondong   |   🔥 [INOVASI DAERAH] SAHABAT, Program Anak Hebat, Gemar Baca, dan Terampil di SDN Sambangan   |  
inovasi daerah

GEMAR KARI Hadirkan Pembelajaran Prakarya Terpadu melalui Google Sites

Oleh Administrator • 15 August 2026
GEMAR KARI Hadirkan Pembelajaran Prakarya Terpadu melalui Google Sites

GEMAR KARI Hadirkan Pembelajaran Prakarya Terpadu melalui Google Sites (Foto: Siswa SMP Negeri 1 Muara Pinang mengakses media GEMAR KARI melalui kode QR yang ditampilkan pada layar kelas. Situs tersebut dapat dibuka menggunakan telepon pintar tanpa memasang aplikasi tambahan. Guru mendampingi siswa ketika menjelajahi materi dan fitur pembelajaran digital. Foto: Dokumentasi inovasi GEMAR KARI.)

GEMAR KARI menyatukan materi, video, permainan, evaluasi, karya, dan refleksi dalam satu situs. Siswa dapat mengaksesnya melalui tautan atau kode QR tanpa memasang aplikasi tambahan. Media digital mendorong peserta didik belajar lebih aktif, kreatif, dan mandiri. Guru dapat memperbarui konten serta menggunakan kembali situs untuk pembelajaran berikutnya.

EMPAT LAWANG — SMP Negeri 1 Muara Pinang mengembangkan GEMAR KARI, Google Site Media Belajar Kreatif dan Inovatif dalam Pembelajaran Prakarya, sebagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Media yang digagas oleh Dwi Dian Permata, S.Pd., Gr., tersebut menghimpun berbagai kebutuhan belajar dalam satu situs yang mudah diakses. Siswa dapat membuka materi melalui tautan atau memindai kode QR menggunakan telepon pintar tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, terorganisasi, dan bermakna.

GEMAR KARI lahir dari kebutuhan menghadirkan variasi pembelajaran setelah penggunaan metode konvensional dinilai belum sepenuhnya mendorong keaktifan siswa. Sebelum media ini digunakan, peserta didik cenderung pasif, mudah bosan, dan kurang antusias mengikuti pembelajaran Prakarya. Guru kemudian memanfaatkan Google Sites sebagai ruang belajar digital yang dapat digunakan saat pembelajaran tatap muka maupun belajar mandiri di rumah. Pendekatan tersebut memberi pengalaman baru karena materi dapat dipelajari kembali kapan saja selama perangkat terhubung dengan internet.

Google Sites dipilih karena mampu memuat beragam format bahan ajar dalam satu halaman yang tertata. Materi dapat disajikan dalam bentuk teks, gambar, dokumen, presentasi, video pembelajaran, dan tautan pendukung. Siswa tidak harus berpindah-pindah aplikasi untuk menemukan sumber belajar dan menyelesaikan aktivitas yang diberikan guru. Susunan yang terorganisasi membantu peserta didik memahami alur pembelajaran sekaligus memudahkan guru mengelola konten.

Materi hingga Evaluasi dalam Satu Situs

Halaman GEMAR KARI memuat bagian pendahuluan, materi, video pembelajaran, evaluasi, hasil karya, dan refleksi. Materi interaktif serta modul digital disusun menggunakan kombinasi teks, gambar, dan video agar lebih mudah dipahami siswa. Pada bagian hasil karya, peserta didik dapat melihat atau mendokumentasikan produk kreatif yang dihasilkan selama pembelajaran Prakarya. Struktur tersebut membuat situs berfungsi tidak hanya sebagai tempat membaca materi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan berkarya.

Evaluasi pembelajaran disajikan dalam bentuk permainan dan kuis interaktif agar kegiatan penilaian tidak terasa monoton. Proposal GEMAR KARI mencantumkan penggunaan Zep Quiz, teka-teki silang melalui Puzzle Maker, permainan mencari kata melalui Wordwall, serta kuis menggunakan Wayground. Variasi tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji pemahaman melalui aktivitas yang lebih menyenangkan. Nilai hasil evaluasi dapat diketahui setelah siswa menyelesaikan tugas yang tersedia dalam situs.

Situs juga dilengkapi absensi digital yang terintegrasi dengan Google Form untuk membantu guru memantau keikutsertaan siswa. Fitur refleksi digunakan untuk mengetahui pengalaman, kesulitan, dan pemahaman peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Data yang dihimpun dapat menjadi bahan guru dalam mengevaluasi kegiatan dan memperbaiki pembelajaran berikutnya. Integrasi ini menjadikan proses belajar, pemantauan, penilaian, dan refleksi berada dalam satu ekosistem digital.

Mendorong Kreativitas dan Kemandirian

Penerapan GEMAR KARI diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Siswa didorong untuk mengeksplorasi materi, mengamati video, menyelesaikan permainan, serta menghasilkan karya secara lebih mandiri. Penggunaan media yang bervariasi juga memberi ruang bagi peserta didik dengan cara belajar yang berbeda. Suasana pembelajaran diharapkan menjadi lebih aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Bagi guru, GEMAR KARI membantu penyampaian materi menjadi lebih sistematis dan mudah diperbarui. Konten yang telah tersedia dapat digunakan kembali serta dikembangkan untuk topik pembelajaran lainnya. Media ini juga menunjukkan bahwa inovasi digital tidak selalu membutuhkan perangkat lunak berbayar atau proses pengembangan yang rumit. Kreativitas guru dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia menjadi kunci untuk menghasilkan pembelajaran berdampak.

Dikembangkan Secara Bertahap

Proses penciptaan GEMAR KARI diawali dengan identifikasi kebutuhan pembelajaran dan pengumpulan materi pada November 2025. Guru selanjutnya merancang struktur halaman, menyusun konten, serta membuat berbagai fitur yang diperlukan dalam Google Sites. Media kemudian diimplementasikan dalam pembelajaran untuk melihat kemudahan akses, keterlibatan siswa, dan kesesuaian materi. Tahap evaluasi dan penyempurnaan berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026 berdasarkan hasil penggunaan di kelas.

GEMAR KARI memperlihatkan bagaimana teknologi sederhana dapat digunakan untuk membangun pembelajaran yang lebih terhubung dan fleksibel. Satu situs mampu menyatukan materi, aktivitas, evaluasi, dokumentasi karya, absensi, serta refleksi yang sebelumnya tersebar pada berbagai media. Inovasi ini diharapkan mengembangkan motivasi, kemandirian, kreativitas, dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran Prakarya. Model serupa juga dapat menginspirasi guru lain untuk mengembangkan media pembelajaran digital sesuai kebutuhan mata pelajaran masing-masing.

Sumber bahan berita: GEMAR KARI (Google Site Media Belajar Siswa Berkarya dengan Kreatif dan Inovatif), SMP Negeri 1 Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Tahun 2025.

TAGS: #inovasi daerah